Senin, 16 April 2012

tetap semangat

*Biila kenyataan tak sesuaii harapan,biila keingiinan tak sllalu terpenuhi, biila terhentii sebeluum sampai 7an,,, jgan berfikirr iitu Smua sebuah kegagalan,,, karena yakiinlah bla ada usaha smua kan terjawab dengan kenyataan,harapan dan tujuan eang indahh,,,tak jauh pula layaknya sebuah kepompong aήğ tak ada artinya ,aήğ ,sampai pada akhiirnya menjadi sebuah kupu" aήğ cantiik,,,

Senin, 02 April 2012

tugas hadits 2021110365

hadits tarbawi II

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN PENCIPTA

A. Hadits.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَا نَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَاَتَاهُ جِبْرِيْلُ فَقَالَ مَالاِيْمَانُ. قَالَ الاِيْمَانُ اَنْ تُؤْمِنَ بِلبَعْثِ. قَالَ مَاالاِسْلاٰمُ. قَالَ الاِسْلاَمُ اَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَلاٰ تُشْرِكَ بِهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤَدِّى الزَكٰاةَ المَغْرُوْضَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ. قَالَ مَاالاَحْسَانُ. قَلَ اَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَاِنَّهُ بَرَاكَ. قَالَ مَتَى السَّاعَةُ. قَالَ مَا المَسْئُوْلُ عَنْهٰا بِاَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ وَسَاُخْبِرُكَ عَنْ اَشْرَاطِهَا اِذَا وَلَدَتِ الاَمَةُ رَبَّهَا وَاِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ البَهْمِ فِى البُنْيَانِِ فِى خَمْسِ لاَ يَعْلَمُهُنَّ اِلاَّ اللهَ ثُمَّ تَلاَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ َلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ عِنْدَهُ عِلْمَ السَّاعَةِ الاَية ثُمَّ اَدْبَرَ فَقَالَ رُدُّوْهُ فَلَمْ يَرُوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيْلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِيْنَهُمْ.

B.Terjemahan Hadits.

      Dari Abu Hurairah, katanya : Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW tampak keluar dimuka orang banyak, kemudian didatangi Jibril AS, lalu Jibril AS berkata : “Apakah iman itu?” Nabi Muhammad menjawab : “Iman itu adalah anda yang wajib beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, bertemu dengan Allah pada hari kiamat dan dengan demikian wajib beriman pula akan adanya hari akhir itu, juga beriman kepad para Rasul-Nya dan beriman pula dengan adanya ba’ats yaitu hidup sesudah mati pada hari kiamat lalu diadakan perhitungan amal dan akhirnya ada juga yang masuk surga dan ada yang masuk neraka .

      Jibril a.s berkata pula : apakah islam itu ?’ Beliau saw .menjawab :”islam ialah anda wajib menyembah kepada Allah dan tidak mempersekutukan yakni menyamakan sesuatu denganNya, juga mendirikan sholat, menunaikan zakat yang diwajibkan seta berpuasa dalam bulan ramadhan,”

      Jibril bertanya lagi : “apakah ihsan itu ? Beliau s.a.w.  :”ihsan artinya berbuat kebaikan itu ialah hendaknya anda menyembah  Allah seolah – olah  anda dapat melihatNya, tetapi jikalau anda tidak dapat berbuat seolah – olah Allah melihatNya, maka anda wajib meyakinkan bahwasanya Allah itu selalu melihat perbuatan anda “.

      Jibril bertanya sekali lagi : “kapan saat tibanya hari kiamat ?’’ Beliau bersabda : “orang yang  ditanya mengenai itu yakni Nabi s.a.w. tidaklah lebih tau dari pada yang bertanya yakni jibril a.s. tetapi aku akan memberitahukan kepada anda mengenai tanda – tandanya, yaitu apabila seorang hamba sahaya wanita telah melahirkan tuanya sebab hamba sahaya wanita itu apabila dikawin oleh tuanya sendiri lalu melahirkan anak, maka anaknya menjadi merdeka dan hamba sahaya itupun merdeka pula setelah suaminya yang juga menjadi tuanya itu meninggal dunia, juga apabila para penggembala unta yang tidak pandai cakap- cakap saja bermegah- megahan didalam gedung besar.

      Dalam lima perkara ini, tiada seorangpun yang dapat mengetahui kapan waktu tibanya, melainkan Allah sendiri , kemudian Nabi s.a.w. membacakan ayat yang artinya :’ sesungguhnya bagi Allah itu adalah pengetahuan saat tibanya hari kiamat”.sampai habisnya ayat.

            Jibril kemudian berpaling maksudnya kembali. Beliau s.a.w. bersabda :” cobalah panggil kembali orang itu !” tetapi para sahabat sudah tidak melihat sesuatu apapun yakni orang itu tidak kelihatan dan bekas tumpahnyapun tidak ada . beliau s.a.w. lalu bersabda :” orang itu tadi adalah sebenarnya jibril. Ia datang untuk memberi pelajaran kepada seluruh umat manusia perihal agama mereka”

C. Keterangan Hadits

            Hadits ini menerangkan tentang pertanyaan yang dilontarkan jibril a.s  kepada Nabi Muhammad mengenai iman, islam, ihsan dan tentang hari kiamat, dimana hal ini bertujuan untuk memberi pelajaran seluruh umat manusia perihal agama mereka. Dan dalam konteks ini manusia dituntut untuk memahami agama mereka dengan iman dan islam yakni membenarkan dalam hati dan  mengerjakan dengan anggota. Dengan kata lain, tidaklah syah pada syara’, seorang dihukumi mu’min sedang dia tidak muslim, sebagaimana tidaklah syah seorang dihukumi muslim, sedang dia tidak mukmin.demikianlah pengertian kesatuan iman dengan islam itu.[1] Dan ihsan sendiri yakni “berbuat kebaikan itu ialah hendaknya menyembah Allah seolah-olah melihatnya”[2]hamba yang shalih adalah orang yang selalu mengoreksi diri dan senantiasa memantau amal perbuatan maupun perkataanya, agar tetap dijalan yang lurus .Allah berfirman, “Allah ridho terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi yang takut kepada rabb-Nya.” (QS.bayyinah [98]:8)[3]. dan tentang hari akhir manusia, dalam hadits digambarka tanda-tandanya dimana manusia  harus mempercayai adanya hari akhir nanti, Allah berfirman, “sesungguhnya bagi orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, kami sediakan bagi mereka adzab yang pedih ,(QS. Al isra’ [17]:10 )[4]

D. Aspek Tarbawi

a) Seorang muslim diwajibkan menerapkan dan memahami benar tentang iman dan islam pada dirinya.

b) Seorang muslim dalam beribadah kepada Allah hendaknya bersungguh – sungguh dan menjalankanya semata- mata  hanya mencari ridho Allah terlebih dalam hal ibadah.

c) Mempercayai sebenar- benarnya  akan datangnya hari akhir dan tanda- tanda kedatannganya , termasuk meyakini kematian dan kehidupan setelahnya.






[1] Prof.Dr.T.M. HASBI ASH-SHIDIEQY, 2002 Mutiara Hadits ( jakarta : Bulan Bintang )hlm 48.

[2] Al- Imam Al- Bukhori,. Shahih Bukhari : ( Surabaya : Al –asriyah,1981)hlm 53


[3] Muhammad Khalis Mu’tasim, laa tansa ya..muslimin. ( jakarta : ALIFBATA,2007 )hlm. 21

[4] Ibid,  hlm 13.